hei teman teman, sekarang kita akan membahas tentang pidato. kalian pasti bertanya tanya pidato itu apa sih?, jadi pidato itu sebuah kegiatan berbicara di depan umum untuk menyatakan pendapat, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi-orasi dan pernyataan tentang suatu hal/peristiwa yang penting dan patut diperbincangkan. berikut ini contoh dari pidato yang berjudul
PACARAN
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Hadrotal muhtaromin para masyayikh, para kyai, para
habaib, para sepuh pini sepuh, khususnya pengasuh pondok pesantren al aqobah yang sangat-sangat saya muliakan. Para
Panitia
muhadhoroh yang saya banggakan, serta
teman santri yang ganteng-ganteng dan cantik-catik yang saya idam-idamkan.
Pada kesempatan kali ini saya minta ijin, kalau pun
tidak diijinkan saya akan tetap sampaikan karena memang ini yang selama sebulan
saya hafalkan. Hahaha, yaitu pidato bertema “jangan sekali-sekali
pacaran”. Mengapa saya mengambil tema
ini karena saya sudah tahu kalau pacaran itu tidak enak. Hehehe pengalaman.
Teman-temanku
yang berbahagia
Benar, pacaran itu tidak enak teman-teman. Bayankan
kalau bisa, bila malam minggu tiba, biasanya anak muda yang sudah punya pacar
gelisah, yang laki gelisah karena tidak punya uang yang perempuan gelisah
karena baju kotor semua. Hahaha benar apa tidak, benar apa tidak?
Belum lagi kalau pas terpaksa berangkat, uang sudah
tidak punya, ban sepada bocor ya Allah, doasa apakah hambamu ini? Kata
malaikat, ya salahmu pacaran thok. Rasain tuh. Akhirnya hanya duduk-duduk di
pinggir jalan, tidka lama temannya datang, ayo kok tidak berangkat? Jawabanya
sambil memelas di depan pacarnya lagi, “sob ban sepeda saya bocor kamu ada uang
tidak? Ha..
Para
jomblo yang dimuliakan Allah
Mending enak jadi jomblo. Jomblo itu enak free. Jadi
jomblo itu banyak teman, soalnya ketika nembak cewek, sicewek bilang, “maaf ya
kita temanan saja” hahaha. Gak ini serius lebih enak memang jadi jomblo. Ingat tanamkan
dalam hati bahwa jomblo bukan berarti kiamat siaga satu, sob. Yang ada kamu
bisa pergi kemanapun dan kapanpun tanpa harus laporan dulu. Saat kamu jadi
jomblo, kamu pun bisa dengan santi mendengarkan pidato ini sampai habis tanpa
harus ada yang WA kamu yang nggak penting. Benarkan?
Hmm.. bukankah kebebebasan seperti ini yang selalu
kamu inginkan? Selain itu sodara-sodari yang dirahmati Allah, jadi jomblo juga
bikin kita nyaman. Nggak ada yang posesive pengen ngatur- ngatur hidup kita,
nggak ada yang cemburu atau curiga plus kroni- kroninya. Kita bisa ngaji bareng
temen, atau sekedar nongkrong di rel kereta yang lagi rame kereta lewat … hmmm,
sounds fun!!
Para
Jomblo yang berbahagia
Jadi jomblo tuch harus PD. Bukan karena modus biar
nggak dianggap nggak laku, tapi emang karena jadi jomblo tuch asyik, sob.
karena itulah, buat mencegah rasa minder yang datang ke kamu, jangan gampang
ngiri kalau lihat teman-teman lagi ngelakuin dosa. Karena eh karena, sebenarnya
kamu sebagai jomblo lebih beruntung karena jauh dari dosa. Percaya nggak
percaya itu urusan situ, tapi yang pasti kalkulator malaikat tetap jalan ngitung dosa dan pahala kita.
Dan juga jangan gampang parno juga kalau tiap pagi,
mereka dapat salam sayang-sayangan dari pacar. Kamu bisa kok ke apotek
terdekat, kamu buka pintu dan bakal ada yang nyapa kamu “selamat pagi”, sama
juga kan?
Jadi
jomblo itu pinter kelas sadizz bos!
Kurikulum buat para jomblo di malam minggu biasanya
kalo nggak main game, ngumpul sama temen, atau paling banter nonton TV. Kelihatannya miris banget kan? tapi sob sebenarnya
nggak selalu gitu loh. Dengan jadi jomblo kita bisa
punya banyak waktu buat berkreasi tanpa harus kawatir ada yang nyela dan
ngusik. kalau udah gitu, kita bisa maksimalkan masa muda kita dengan penuh
prestasi.
Jadi jomblo nggak melulu berarti kamu nggak laku, tapi
memang sengaja menahan diri biar nggak invest dosa diakherat dan nambah pinter
di dunia. Investasi yang menguntungkan, kan? So, tutup kuping rapat-rapat
buat semua bisikan sesat yang bilang kalau jomblo adalah member tetap dari
kasta teraniyaya. Woles aja, sob.
Kalau
jodoh nggak akan kemana. Betul??
Jomblo
Hemat, Jomblo Kaya
Yang ini penting terutama buat para cowok. Jadi jomblo
berarti nggak kudu repot sama cewek yang nangis sambil guling guling yang
ngebet minta dinner di resto atau baju bermerek dengan harga selangit, padahal
kamu nggak bawa kartu kredit, Visa, Mastercard, atau Debit melainkan cuma kartu
miskin dari kelurahan samping rumah, hee…
Bayang
pun, sodara- sodara, gimana repotnya kalo kita kudu ngadepin situasi kaya’
gini.
Jomblo
Kadaluarsa
Nah kalau yang satu ini kudu kita hindarin. Jadi
jomblo emang asyik, tapi juga nggak boleh kelamaan, alias terlalu kadaluarsa
sob. Karena fitrah manusia emang kudu nikah. Tapi buat yang sakral satu ini,
kita kudu pinter nentuin waktu dan saat yang tepat, trus sama orang yang tepat
juga. eits, tapi caranya juga kudu pas, lewat ta’aruf trus nikah deh. Jadi
nggak sekedar umbar nafsu nggak jelas sama sembarang orang.
Para
jomblo yang dirahmati Allah
Kembali ke tema larangan pacara di atas. Sekali lagi
ingat pacaran itu bukan kebutuhan pokok. Jadi salah orang yang
mengatakan, jomblo itu ngenes, justru anak yang terlarut dala dunia
pacaran yang ngenes.
Dan ingat sob, ini serius bukan guyon. Pacaran itu
hamper sama dengan zina. Berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya,
saling bersentuhan, memanggil dengan sebutan sayang dan lebih parahnya lagi
menghabiskan malam berdua entah apa yang mereka lakukan. Sungguh ironis memang generasi saat ini, urusan
sekolah menjadi urusan nomor dua, karena nomor satu sudah dihabiskan untuk
pacarnya. Hingga perkataan orang tua sudah tidak lagi di turuti.
Dan berpacaran itu tidak mendatangkan manfaat, tidak
disebutkan dalam al-quran, tidak di anjurkan dalam hadits dan bahkan perbuatan
ini dilarang dalam agama islam. Seperti yang di riwayatkan oleh Mutaffaq ‘alaih
dari Ibnu ‘Abbas R.A yaitu,
“Jangan sekali-kali salah seorang di antara
kalian berkhalwat dengan seorang wanita kecuali bersama mahram”
Teman-temanku yang dirahmati
Allah
Maka dari itu,
mulai dari sekarang sadarilah dan renungkan, buat apa kita berpacaran, toh itu
bukan ibadah, tidak mendatangkan faedah tetapi justru mendatangkan mudharat.
Jadi, mulai dari sekarang jagalah pikiran dan hati kita agar tetap jernih dan
hindari perbuatan-perbuatan maksiat.
Semoga kita tetap
dalam hidayah Allah subhanahu wataala. Amin. Mungkin ini yang bisa saya
sampaikan kurang lebihnya mohon dimaafkan.
أخرا والله
الموفق الى سبيل الرشاد والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Tidak ada komentar:
Posting Komentar